PELATIH Brazil Carlos Dunga mengaku tak merasa dibebani target juara di Piala Konfederasi 2009. Hal itu diungkapkan Dunga menanggapi anggapan bahwa Piala Konfederasi merupakan pertaruhan jabatannya. Itu masih didukung “tradisi” Brazil yang kerap menjadikan Piala Konfederasi sebagai acuan pantas atau tidaknya seorang pelatih memimpin Samba di ajang Piala Dunia.
Pengalaman Carlos Alberto Perreira misalnya. Sukses mempersembahkan trofi Piala Konfederasi 2005, posisi Perreira sebagai pelatih Samba di Piala Dunia 2006 Jerman dinyatakan aman. Tapi, situasi sebaliknya dengan Emerson Leao. Pada Piala Konfederasi 2001, Leao langsung dipecat ketika Brazil yang berstatus juara bertahan kalah dari Prancis di semifinal. Federasi Sepak Bola Brazil (CBF) lalu menunjuk Luiz Felipe Scolari sebagai pelatih baru yang justru sukses membawa Samba menjuarai Piala Dunia 2002.
“Saya sangat menikmati posisi saya saat ini dan saya yakin bisa bertahan hingga tahun depan,” kata Dunga jelang kickoff lawan Mesir sebagaimana dilansir di situs resmi FIFA.Dunga resmi menangai Samba per 24 Juli 2006 sebagai pengganti Parreira. Kontraknya hingga putaran final Piala Dunia 2010. “Ketika saya mulai menangani Brazil, orang berkata saya hanya akan bertahan dua bulan. Tapi, yang terjadi adalah saya masih menjabat tiga tahun terakhir,” sambung pelatih 45 tahun itu.
Jabatan Dunga sempat pasang surut. Dia dipuji habis-habisan usai membawa Samba menjuarai Copa America 2007. Tapi, tak sampai enam bulan, Dunga diminta mundur gara-gara start kurang bagus Brazil di kualifikasi Piala Dunia 2010. Tekanan kepada mantan kapten Brazil di Piala Dunia 1994 itu menguat seusai Selecao – julukan lain Brazil – gagal di Olimpiade Beijing tahun lalu.Siapa sangka, bermodal sebelas kemenangan beruntun, Dunga memulihkan reputasinya di mata publik Brazil. Lucio dkk kini juga bertengger di puncak klasemen sementara kualifikasi Piala Dunia 2010 zona CONMEBOL.”Saya selalu fokus pada jabatan saya. Tentu saja, saya tidak bisa memuaskan semua orang meski saya merasa sudah menjadi orang yang tepat bagi Brazil,” katanya. (dns)